Statistik merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika yang di dalamnya mempelajari suatu pengukuran, observasi dan analisis. Statistik mempunyai arti dasar yaitu suatu data ringkasan yang berbentuk angka. Sebagai contoh kecil adalah mengenai data tentang penduduk, data tentang guru-guru atau data tentang mahasiswa di perguruan tinggi. Dalam arti yang lebih dalam, statistik adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data dan menganalisi data dengan mempertimbangkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.
Statistik sendiri berasal dari kata “status” dalam bahasa latin, yang sama artinya dengan kata “state” (bahasa inggris) yang berarti adalah negara. Awal mula suatu kata statistik, diartikan mengenai suatu kumpulan keterangan yang berupa angka ataupun non angka tetapi memiliki arti yang penting dan berguna untuk negara. Setelah berkembangnya suatu ilmu, maka statistik dijadikan sebagai kumpulkan keterangan yang hanya berupa angka dan memberikan gambaran mengenai keadaan, peristiwa atau gejala tertentu.
SPSS (Statistical Package for the Social Science) merupakan software statistik yang pada awalnya digunakan untuk riset dibidang sosial dan melayani berbagai jenis user. SPSS merupakan paket program statistik yang paling populer dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Hal inilah yang yang membuat kepanjangan SPSS saat ini adalah Statistical Product and Service Solution. Dengan SPSS semua kebutuhan pengolahan data dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat. Kemampuan yang dapat diperoleh dari SPSS meliputi pemrosesan segala bentuk file data, modifikasi data, membuat tabulasi berbentuk distribusi frekuensi, analisis statistik deskriptif, analisis statistik lanjut yang sederhana maupun kompleks, pembuatan grafik dan sebagainya.
1.2. Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui cara mengeluarkan Output Distribusi Frekuensi menggunakan aplikasi SPSS.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Distribusi frekuensi merupakan penyusunan suatu data mulai dari data terkecil hingga terbesar yang membagi banyaknya data kedalam beberapa kelas. Kegunaan data yang diubah dalam bentuk distribusi frekuensi yaitu untuk memudahkan penyajian, mudah dipahami dan mudah dibaca sebagai informasi. Nantinya dari hasil distribusi frekuensi akan dipakai dalam perhitungan statistik, dasar pengambilan keputusan untuk penyusunan visualisasi data statistik dan pembagian kategori dalam penarikan kesimpulan suatu data (Riduwan,2003).
Distribusi Frekuensi adalah penyusunan data dalam bentuk kelompok mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar berdasarkan kelas-kelas interval dan kategori tertentu. (Hasibuan,dkk.2009). Manfaat penyajian data dalam bentuk Distribusi Frekuensi adalah untuk menyederhanakan penyajian data sehingga menjadi lebih mudah untuk dibaca dan dipahami sebagai bahan informasi. Tabel Distribusi Frekuensi disusun bila jumlah data yang akan disajikan cukup banyak, sehingga apabila disajikan dengan menggunakan tabel biasa menjadi tidak efektif dan efisien serta kurang komunikatif.
Berbagai metode statistik memungkinkan kita dapat melihat, mencari dan menyimpulkan hal-hal yang jauh diluar data yang dikumpulkan dan dapat masuk kebagian pengambila keputusan melalui generalisasi dan peramalan. Perkembangan teknologi informasi melahirkan perangkat lunak paket-paket metode statistik yang sangat membantu da mempermudah mnghitung, meramal serta menganalisis masalah yang akan dipecahkan (Rahmini,2001).
BAB III
PEMBAHASAN
A. Distribusi Frekuensi
Langkah Pertama yang harus dilakukan untuk pengolahan data pada SPSS adalah dengan menyiapkan data terlebih dahulu pada google sheet ataupun exel seperti di bawah ini :
Masukkan (pindahkan) variabel jenis
kelamin dari kotak sebelah kiri ke kotaksebelah
kanan dengan cara klik variabel jenis kelamin di kotak kiri, kemudian klikpanahyangmenujukesebelahkanan.Lakukanhalyangsamauntukvariabelpendidikan. Kemudian klik OK. Output dari distribusi frekuensi diberikan
sebagaiberikut:
Tabel pertama memberikan keterangan mengenai variabel yang diolah, yaitu jumlah observasinya dan jumlah observasi missing. Dari tabel tersebut terlihat bahwa jumlah observasi sebanyak 18 dan tidak ada observasi missing.
Tabel kedua dan ketiga masing-masingnya memberikan distribusi frekuensi untuk jenis kelamin responden dan pendidikan responden. Tabel distribusi frekuensi menampilkan lima kolom sebagai berikut:
·Kolom
pertama: kategori yang difrekuensikan (sebagai contoh pada jenis kelaminadalahpriadanwanita)
·Kolomkedua:frekuensimasing-masing kategori
·Kolom
ketiga: persentase frekuensi masing-masing kategori (persentase dihitungdaritotalobservasitermasukobservasimissing)
·Kolom
keempat : persentase frekuensi masing-masing kategori tetapi persentasedihitung dengan mengeluarkan observasi
missing. (Catatan: berhubung tidak adaobservasi
missing, baik untuk jenis kelamin maupun pendidikan, maka kolom 3dan4menjadisama).
·Kolom
kelima: Cumulative Percent yaitu persentase kumulatif yang dihitung darivalidpercent.
Sebagai contoh padatabel frekuensi
pendidikan.Baris pertamaadalah 22,2 persen. Pada baris kedua
adalah 55,6 persen yang dihitung dari 22,2 +33,3(catatan:perbedaanperhitungankarenapembulatan).
B. Pengelompokkan Data
Untuk menampilkan ukuran statistik deskriptif dari kumpulan data, diperlukan terlebih dahulu mengelompokkan data dalam kategori. Jika data sudah dalambentukkategori(misalnyapendidikanSD,SLTP,SLTAdst)ataudatasudahdikategorikandalamkelompok-kelompokintervaltertentumisalnyapendapatanrendah (< 1.000.000), menengah (1.000.000 – 2.000.000),
tinggi (>2.000.000), makakita
dapat secara langsung membuat distribusi frekuensinya. Tetapi jika data belumterkelompokdalamkategori-kategoritertentu,tabeldistribusifrekuensinyaakansangatpanjangmengikuti keragaman dari nilai-nilai data tersebut. Misalnyajikadibentuktabeldistribusifrekuensidaridataumur,makaakanterbentuktabeldistribusi
yang tidak ringkas, sehingga kita akan sulit menarik kesimpulan dari datatersebut,sepertiterlihatdibawahini:
Agartabeldistribusifrekuensimenjadilebihringkassehinggamudahdiinterpretasikan, data
umur sebaiknya dikelompokkan terlebih dahulu dengan caraklik menu Transform.
Ada dua pilihan dalam mengelompokkan data yaitu Recodeinto Same Variables (kode
pengelompokkan akan menindih data asli) dan RecodeintoDifferentVariables(kode
pengelompokanakan dibuatpada variabelyangbaru). PilihRecodeintoDifferentVariables,makaakanmuncultampilanberikut:
Pindahkan variable umur ke kotak Input Variables → Output Variables. Kemudian pada kotak Output Variable, untuk Name tuliskan Kel.Umur dan untuk Label tuliskan Kelompok Umur, kemudian klik Change → Old and New Values, akan muncul tampilan berikut:
Misalnya variable umur akan dikelompokkan menjadi ≤ 29, 30 – 39, 40 – 49, dan ≥ 50. Untuk mengelompokkan umur ≤ 29, pada bagian Old Value, klik Range, LOWEST through value, kemudian isikan pada kotak dibawahnya angka 29. Pada bagian New Value, pada kotak Value isikan angka 1, lalu klik Add (lihat tampilan diatas). Untuk mengelompokkan umur 30 – 39, pada bagian Old Value, klik Range, kemudian isikan pada kotak dibawahnya angka 30 dan kotak dibawah through angka 39. Selanjutnya pada bagian New Value, pada kotak Value isikan angka 2, kemudian klik Add(lihattampilanberikutini)
Dengan cara yang sama lakukan untuk kelompok umur 40 – 49 dan pada New Value beri kode 3. Selanjutnya untuk kelompok umur ≥ 50, pada bagian Old Value, klik Range, value through HIGHEST, isikan pada kotak dibawahnya angka 50. Selanjutnya pada bagian New Value, pada kotak Value isikan angka 4, lalu klik Add. Setelah selesai memberikan kode untuk pengelompokan umur ini, kemudian klik Continue dan OK.
Berikan keterangan untuk masing-masing kode pengelompokan umur tersebut pada Value Label dengan kode 1 (≤ 29), kode 2 (30-39), kode 3 (40 – 49), kode 4 (≥ 50). Lalu bentuklah distribusi frekuensi untuk kelompok umur tersebut sehingga output adalah sebagai berikut:
Output Distrbusi frekuensi
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan nya adalalah aplikasi SPSS (Statistical Program for Social Science) merupakan aplikasi pengolah data untuk mendapatkan output statistik. Aplikasi ini memudahkan pengguna yang memerlukan data secara statistik meliputi tabulasi distribusi frekuensi.
Laporan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Nama : Gufran Riski Ananda Nim : 2205104010*** No Komputer : 25 Mata Kuliah : Perancangan Percobaan LABORATORIUM STATISTIK DAN SOSIAL PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2024 Tinjauan Pustaka Definisi Dan Syarat Penggunaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana dari beberapa macam perancangan yang baku. Rancangan ini digunakan jika ingin mempelajari pengaruh beberapa perlakuan (t) dengan sejumlah ulangan (r) untuk menjadi satuan-satuan percubaan (rt). RAL dilakukan dengan mengalokasikan pengacakan t kepada rt satuan percobaan. Unit-unit percobaan dalam RAL dapat berupa sampel ternak (ekor), cawan/tabung, area lahan dan lain-lain yang merupakan satuan unit-unit yang diberi batasan sehingga tidak mempengaruhi satu sama lain dan dengan kondisi lingkungan yang relatif dapat dikendalikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya in...
No komputer : 25 Nama : Gufran Riski Ananda Daftar Isi Laporan Praktikum Rancangan Percobaan (PTK214) 1. Laporan Praktikum Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2. Laporan Praktikum Rancangann Acak Kelompok (RAK) 3. Laporan Praktikum Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) 4. Laporan Praktikum Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 5. Laporan Praktikum Latihan dan Tugas (FolderSelasa10PetRanCob) 6. Chanel Youtube
Komentar
Posting Komentar